Hanya cerita
Hanya Cerita 2:
Stop! Jangan Bicara Lagi!
Keringat dingin mulai jatuh dari keningku. tangan dan kakiku bergetar, menggigil. Jantungku berdegup.
Aku takut!
Aku takut!
Dan aku takut!!
Sekarang giliranku. AKU.
Telunjuk itu mengarah tepat di wajahku.
Awalnya hanya bibir itu yang bicara. menjabarkan kesalahan yang kubuat."iya, memang aku salah. bukan aku sengaja, tapi egoku yang menunjuk ke arah itu. tolong ampuni aku."
Dan sekarang, bisikan-bisikan yang sama sekali tak ingin kudengar, mulai bermunculan. mencibir, mengejek, menyudut, menusuk hatiku, hingga kurasa darahnya mengalir sampai ujung kaki.
Untuk yang belakang, maafkan aku!! Berulang kali kucoba menyebut kalimat itu, tapi tersekat di tenggorokanku, membuat aku tertunduk semakin dalam menutupi mataku yang mulai berkaca.
Dan aku bertahan, sampai kurasakan petir menyambar keras, dengan mendung awan hitam tebal.
aku sungguh tak sanggup lagi!!!
lalu aku tegakkan kepala dan berkata," STOP! JANGAN BICARA LAGI!! UNTUKMU YANG DIBELAKANG, KATAKAN! KATAKAN ITU DITELINGAKU BUKAN DIBAYANGANKU!!!"
semua terdiam membisu, karena mataku sekarang sesangar singa.

Comments